Tampilkan postingan dengan label Indonesia Raya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Indonesia Raya. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 05 April 2014

Memanusiakan Manusia

Membaca berita di bawah ini, langsung teringat aku dengan perkataan memanusiakan manusia. Langsunglah ku-posting status Facebook sebagai berikut:
Filsafat Sam Ratulangi: "Si tou timou tumou tou" yang artinya: manusia baru dapat disebut sebagai manusia, jika sudah dapat memanusiakan manusia. Aku sudah pernah merasakan bukan sebagai manusia ketika badan ketemu badan di sumpeknya kereta langsam, dimana harus sabar mencium aroma kencing karena berdiri di dekat WC. Belum lagi ketika kereta berhenti harus berjuang agar tidak jatuh dan menahan berat orang lain, karena sekali jatuh maka efek domino pun terjadi. Sekarang di era Jokowi, beliau berusaha menghidupi filsafat Sam Ratulangi tersebut. Dalam 1,5 tahun sudah 26 kampung deret yang berdiri. Target tahun ini 74 lagi. Beliau berusaha memanusiakan manusia karena sudah kubayangkan bagaimana "manusia" yg hidup di pinggir sungai itu. Yang penting manusianya mau diajak kerja sama dalam rangka memanusiakan mereka.

Senin, 17 Maret 2014

Pro-Kontra Capres Jokowi

Jumat, 14 Maret 2014, tepat 2 hari sebelum dimulainya kampanye terbuka untuk Pemilu Legislatif 9 April 2014, Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Umum PDI Perjuangan mengumumkan pemberian mandat Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo sebagai calon presiden (capres) 2014. Sebagian kalangan menilai ini langkah cerdas agar perolehan suara PDIP di Pileg 2014 ini naik karena efek Jokowi. Bahkan di hari yang sama, bursa saham dan nilai tukar rupiah mengalami penguatan, yang diduga karena reaksi pasar positif terhadap berita ini.

Senin, 10 Maret 2014

Bulutangkis, Olahraga Kebanggaan Indonesia

Seru sekali menonton pertandingan final ganda putra All England yang disiarkan tadi malam (9/3) di NET. Bulutangkis kembali membanggakan Indonesia. Indonesia menyudahi puasa gelar ganda putra di All England sejak 2003. Pasangan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan berhasil menaklukkan ganda Jepang Hiroyuki Endo/Kenichi Hayakawa dengan skor 21-19 dan 21-19. Ini menjadi gelar pertama mereka di kejuaraan bulu tangkis tertua dan paling prestisius di dunia ini.

Minggu, 02 Maret 2014

Pilih Mana, Indonesia atau Nusantara?

Seorang ahli metafisika Arkand Bodhana Zeshaprajna memperjuangkan nama Indonesia segera diganti. Doktor lulusan University of Metaphysics International Los Angeles, California, Amerika Serikat ini menjelaskan kalau tak segera ganti nama, Indonesia akan hancur tahun 2020. Beritanya bisa dibaca di http://www.merdeka.com/peristiwa/pilih-mana-nama-republik-indonesia-atau-viranegari-nusantara.html.

Kamis, 20 Februari 2014

Blunder Diplomatik Singapura

Protes Singapura dengan penamaan KRI striking force Indonesia yang baru, KRI Usman Harun merupakan cermin keangkuhan dari negeri yang tak punya pahlawan dan taman makam pahlawan itu. Ada beberapa hal yang ingin kita garis bawahi dalam penyampaian keberatan itu. Yang pertama pernyataan itu diumumkan lebih dulu ke media, setelah itu Menlu K Shanmugam baru berkunjung ke Jakarta. Lebih jauh dari itu dampaknya membuka luka lama sejarah kedua bangsa. Namun blunder itu justru mempopulerkan kisah heroik pasukan komando angkatan laut (KKO) Indonesia terutama di mata generasi mudanya.

Selasa, 18 Februari 2014

Protes Singapura terhadap Penamaan KRI Usman-Harun

Awal Februari, hubungan Indonesia-Singapura memanas. Pemicunya adalah penamaan sebuah kapal perang TNI AL yaitu KRI Usman-Harun. Singapura melalui Menteri Luar Negeri K. Shanmugam protes dan dibalas oleh TNI dengan tidak akan mengganti nama kapal perangnya. Banyak tokoh yang mengganggap Singapura "terlalu lancang" mencampuri urusan dalam negeri Indonesia, apalagi sampai menyebut Usman-Harun adalah teroris. Terserah loh deh, mau bilang teroris atau tidak. Tapi bagi Indonesia, Usman-Harun adalah pahlawan, bukan sekedar pahlawan biasa tapi pahlawan nasional. Dan sudah menjadi tradisi TNI AL menamai kapal perangnya dengan nama pahlawan nasional.

Sabtu, 31 Agustus 2013

Pariwisata sebagai Salah Satu Andalan Negara Kita

Sebenarnya tulisan ini sudah jadi draft sejak 17 Agustus 2013 lalu, namun karena belum selesai dan baru sempat menyelesaikannya barulah tulisan ini aku publikasikan.

Kamis, 04 April 2013

Jusuf Kalla di GBI Medan Plaza

GBI Rayon IV khususnya dan warga gereja Kota Medan umumnya sungguh merasa bangga dengan kehadiran Bapak Drs. H. M. Jusuf Kalla, Wakil Presiden Republik Indonesia ke-10 di GBI Medan Plaza. Ada apa gerangan kehadiran pria yang dijuluki "JK-Jalan Keluar" oleh Bapak Pdt. Richard Daulay ini? Beliau hadir dalam mengisi acara "Seminar 4 Pilar Kebangsaan dalam Kerangka NKRI" yang diadakan oleh GBI Rayon IV pada tanggal 25 Maret 2013 bertempat di GBI Iskandar Muda, Medan Plaza lantai 6 yang dimulai pukul 18:30 WIB.

Minggu, 11 November 2012

Pahlawan Itu Nggak SARA

Repost from Blogku, Si Nyonya Tobing (bukan Si Nyonya Tua ya, sekalipun aku Juventini)

Pasti tahu dong Amir Syarifuddin. Beliau pernah menjadi Perdana Menteri RI. Ia adalah salah satu dari tokoh empat serangkai Soekarno-Mohammad Hatta-Sutan Sjahrir-Amir Syarifuddin yang memimpin republik ini pada zaman revolusi mempertahankan kemerdekaan.  Di sebuah seminar yang pernah saya ikuti baru-baru ini menyebutkan Amir Syarifuddin yang notabene seorang Kristen, sempat diwacanakan untuk membaca teks proklamasi, namun sayang saat itu beliau di penjara.

Rabu, 29 Agustus 2012

Bersatu untuk Indonesia Raya

KOMPAS, 23/08/2012
Bersatu untuk Indonesia Raya
Prabowo Subianto Letnan Jenderal (Purn) TNI

Baru saja kita merayakan Hari Kemerdekaan yang ke-67. Kemerdekaan yang direbut melalui suatu proses perjuangan, yang berpuncak pada perang kemerdekaan, dari 17 Agustus 1945 hingga tahun 1950. Adalah fakta sejarah bahwa semua unsur rakyat Indonesia terlibat dalam perjuangan tersebut.

Setelah proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945, atas inisiatif sendiri, I Gusti Ngurah Rai datang ke Jakarta untuk menghadap Panglima Besar Jenderal Sudirman. Ia meminta mandat untuk membentuk pasukan Tentara Republik Indonesia (TRI) di Sunda Kecil (Bali dan Nusa Tenggara). Ia kemudian memimpin serangan-serangan terhadap pos-pos Belanda di Bali.